BuletinMalut.com.TERNATE- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate telah mengantongi data hasil verifikasi rumah warga yang mengalami kerusakan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 pada 2 April 2026 di Kecamatan Batang Dua.
Ketua Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Rizal Marsaoly, bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan pasca ditetapkan tanggap darurat sejak 2 sampai 15 April 2026.
Lanjutnya, keberangkatan rombongan yang tergabung dari aparat gabungan ke Batang Dua pada hari pertama bencana tersebut menggunakan armada Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Ambulance Laut Andalan.
“Armada KPLP itu bukan hanya mengangkut rombongan namun tetapi dengan bantuan logistik untuk para warga di Batang Dua yang terdampak gempa bumi,” ujarnya. Sabtu (4/4/2026).
Dikatakan, keberangkatan ke Batang Dua pada 2 April 2026 kemarin selain membawa bahan pokok ada seperti tenda dan obat-obatan untuk menangani kesehatan warga di tenda pengungsian.
Olehnya itu, supaya mempermudah dalam mendapatkan informasi di lapangan maka telah dibentuk posko penghubung di Batang Dua. Pihaknya juga melakukan pemantauan bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi para korban bencana.
“Kami juga memastikan kondisi para korban bencana tak hanya di Mayau namun sampai Pulau Tifure, sekaligus membawa bantuan logistik untuk meringankan beban warga,” jelasnya.
Kemudian, tim telah meminta kepada lurah-lurah setempat untuk menghimbau kepada warga yang mengungsi jauh di gunung agar mendekat ke posko supaya bantuan logistik tersalurkan secara merata.
Meski begitu, sebelum bantuan logistik di distribusi maka terlebih dahulu tim sudah melakukan pemutahiran data supaya hal itu terbagi dengan merata. Bahkan pada 5 April 2026 akan mengirimkan bantuan ke Batang Dua menggunakan kapal Basarnas Ternate.
Selain itu, ia juga menyebutkan berdasarkan dengan hasil verifikasi data sementara bagi rumah yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat di Kecamatan Batang Dua pasca gempa bumi totalnya 233.*(Ril/red).













