BuletinMalut.com.TERNATE- Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate mengedepankan keselamatan penumpang.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ternate, Erlisetya Wahyudi, mengatakan, untuk keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan berbagai pihak.
“Kepatuhan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari para pengguna jasa serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pelayanan penyeberangan,” ujarnya. Kamis (24/9/2026).
Lanjutnya, kesadaran itu harus dibangun mulai dari diri sendiri sebagai pengguna jasa dan kemudian ketika masuk dikawasan pelabuhan hingga sampai tujuan harus mengikuti aturan agar terdaftar di manifest.
Menurutnya, data manifest adalah bagian penting dalam aspek keselamatan supaya penumpang bisa teridentifikasi riwayatnya dan itu akan mempermudah pihaknya saat bekerja.
“Pentingnya untuk pengaturan zonasi dan sterilisasi kawasan pelabuhan lantaran itu telah tersedia dikawasan pelabuhan. Namun keterbatasan wilayah pengaruhi sehingga penataan aktifitas area perlu diperjelas,” ungkap dia.
Kemudian,pengaturan zonasi dan sterilisasi kawasan pelabuhan bukan semata-mata merupakan keinginan ASDP, melainkan bagian dari tanggung jawab penyelenggara angkutan penyeberangan sebagaimana diatur dalam ketentuan Kementerian Perhubungan.
Selain itu, ASDP memiliki prosedur dan mekanisme pengawasan, termasuk patroli serta penyampaian pengumuman mengenai larangan wajib dipatuhi penumpang selama berada di kapal.
Meski begitu, kepatuhan penumpang terkait aturan keselamatan adalah bagian penting dalam menciptakan pelayaran yang aman. Operator tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kesadaran dari pengguna jasa.
“Untuk penguatan keselamatan bakal terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan angkutan penyeberangan,” tutupnya. Usai melakukan sosialisasi penguatan kepatuhan dan akurasi data manifest.*(Ril/red).








