BuletinMalut.com.TERNATE- Kapolda Maluku Utara (Malut) Irjen Pol. Waris Agono perintahkan Satuan Brimob membangun jembatan merah putih berkontruksi beton di Desa Salube di Halmahera Utara (Halut).
Hal ini disampaikan oleh Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram W, warga setempat sering risau saat hujan deras mengguyur desa itu lantaran menyebabkan banjir.
Lanjutnya, bahwa jembatan berkontruksi dari kayu tersebut yang telah dibangun oleh masyarakat secara swadaya menjadi akses satu satunya penghubung seberangi sungai.
“Termasuk ke tempat pemakaman umum. Namun, saat banjir besar datang. Jembatan kayu itu tidak mampu bertahan lantaran kerap terbawa banjir sehingga berdampak pada terputusnya aktivitas serta kemudian dinilai menjadi kecemasan warga,” ujarnya. Selasa (3/3/2026).
Dikatakan, beberapa waktu lalu pernah ada suatu peristiwa yang sangat menyentuh di hati publik karena pada saat itu masyarakat turun ke sungai menggotong jenazah untuk menyeberang tak perduli dengan derasnya air demi bisa sampai di tempat pemakaman bahkan hal itu pernah viral melalui video.
Sehingga, Kapolda Maluku Utara langsung keluarkan perintah tegas supaya jajarannya turun ke lokasi membangun jembatan yang permanen, sehingga masyarakat merasa nyaman dan aman.
“Atas arahan ini, personel Satuan Brimob dari Polda Maluku Utara langsung ke lokasi mengerjakan jembatan. pembangunan ini bukan sekadar respons terhadap viralnya video, melainkan bentuk komitmen hadirkan solusi nyata,” jelasnya.
Ia membeberkan, ada sebanyak 17 personel Satuan Brimob membangun jembatan yang permanen dan panjangnya kurang lebih 12 meter dengan 3 meter. Masyarakat di Desa Salube juga turut bergotong royong.
Menurutnya, tiang-tiang jembatan telah di cor dengan rancangan kontruksi mampu menahan arus sungai. Kini, jembatan merah putih sudah bisa dimanfaatkan oleh warga.
Selain itu, anak-anak sekolah juga tidak lagi merasa cemas saat musim hujan, bahkan para petani dipermudahkan aktifitasnya membawa hasil panen dan keluarga yang berduka tak lagi susah menuju pemakaman lantaran harus menyeberangi sungai karena dinilai mengancam keselamatan.
“Pembangunan jembatan merupakan salah satu simbol kepedulian dan untuk menjaga budaya gotong royong. Ini adalah harapan kami agar warga tetap merasa aman dan dari jembatan kayu kini menjadi permanen,” katanya.
Ia tambahkan, bahwa Polda Maluku Utara sangat berharap setelah pembangunan jembatan menjadi awal kemajuan bagi Desa Salube. Karena di atas jembatan tersebut masyarakat melangkah menuju masa depan lebih aman dan sejahtera.*(Ril/red).













