banner 140x600
banner 140x600
BULETIN NEWS

Pemprov Malut dan Pemkot Ternate Tanggapi Lonjakan Dexlite

×

Pemprov Malut dan Pemkot Ternate Tanggapi Lonjakan Dexlite

Share this article

BuletinMalut.com.TERNATE- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bersama Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku Utara atau Malut bahas kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Dalam pembahasan itu, turut dihadiri oleh, Pemkot Ternate, Pemprov Maluku Utara, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina, pengelola Stasiun Penyalur Bahan Bakar Umum atau SPBU, organisasi angkutan.

Wakil Wali atau Wawali Kota Ternate, Nasri Abubakar, mengatakan, lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite yang naik meroket dalam waktu sangat berdekatan memicu peningkatan penggunaan Biosolar untuk di Maluku Utara.

Menurutnya, awal April 2026 untuk untuk harga Dexlite masih berada pada harga Rp 14.500 sampai Rp 15.000 perliter.Namun itu dipertengahan April harga melonjak hingga Rp 24.150. Karena ini akibat dari fluktuasi harga minyak global.

“Semoga ketersediaan BBM subsidi berjenis Biosolar di Kota Ternate agar tetap aman di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akibat lonjakan harga BBM non-subsidi jenis Dexlite,” ujarnya. Senin (18/5/2026).

Bahkan pada Mei 2026, lanjut Nasri, harga Dexlite kembali naik dan kemudian hingga saat ini mencapai Rp 26.600 perliter bagi di Maluku dan Maluku Utara. Sementara harga Biosolar subsidi masih bertahan Rp 6.800 perliter.

Bagi dia, perbedaan harga yang cukup jauh itu membuat banyak pengguna kendaraan diesel serta angkutan umum mulai beralih menggunakan Biosolar subsidi lantaran ini dinilai lebih ekonomis.

“Rapat tadi membahas berbagai persoalan distribusi BBM subsidi di Maluku Utara, terutama Biosolar yang kini persediannya mulai terbatas pasokannya di beberapa daerah akibat lonjakan permintaan dari masyarakat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota menyebutkan, berdasarkan dengan amatan bersama bahwa kalau bagi Kota Ternate hingga sekarang untuk stok BBM masih biasa-biasa saja seperti yaitu Pertalite dan Biosolar.

Dikatakan, Biosolar merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM subsidi yang telah mendapat kuota khusus dari pemerintah. Sedangkan Dexlite adalah BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar internasional.

Walaupun, dibeberapa Maluku Utara mulai mengalami antrian dan juga keterbatasan pasokan Biosolar namun di Kota Ternate hingga kini masih tergolong aman lantaran ada lembaga penyalur khusus khusus untuk melayani distribusi BBM subsidi.

“Dalam rapat itu BPH Migas terima berbagai masukan terkait kebutuhan tambahan kuota BBM subsidi di Maluku Utara yang dinilai perlu disesuaikan kondisi konsumsi masyarakat saat ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, sejumlah SPBU di Maluku Utara mulai mempersiapkan ikut salurkan Biosolar yang bertujuan membantu penuhi kebutuhan masyarakat agar kurangi potensi kelangkaan di lapangan.

“Kami harap ada tambahan kuota Biosolar dari BPH Migas, terutama untuk wilayah Kota Ternate, sehingga kebutuhan BBM di masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi transportasi tak terganggu dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.*(Ril/red).

banner 336x280
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!