BuletinMalut.com.TERNATE- Pemuda Kecamatan Batang Dua mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara membangun rumah warga yang terdampak gempa bumi pada 2 April 2026.
Salah satu tokoh Pemuda Batang Dua, Yerik Agama, bahwa Pemrov Maluku Utara belum merealisasikan bantuan untuk warga yang terdampak bencana. Janji itu dilontarkan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat berkunjung ke lokasi gempa.
Lanjutnya, gempa yang berkekuatan 7,6 magnitudo pada 2 April 2026 kemarin telah merusak 233 rumah warga dan fasilitas umum seperti rumah ibadah bahkan setelah beberapa hari bencana Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda sempat turun di lokasi
Namun, pengurus GAMKI Kota Ternate itu mengatakan, masyarakat Batang Dua hingga kini belum melihat realisasi bantuan tersebut. Ia menyebut tujuh rumah ibadah dan sekitar 100 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan, sedang, hingga berat.
Menurut Yerik, masyarakat sempat menyambut antusias kunjungan Gubernur Maluku Utara karena berharap pemerintah segera membantu memperbaiki rumah warga dan rumah ibadah yang terdampak gempa.
“Kami menaruh harapan bahwa dengan janji gubernur untuk pembangunan tempat ibadah serta rumah warga yang terdampak akibat gempa bumi itu akan ditepati. Tetapi sampai hari ini janji dan ucapan Gubernur ini belum terealisasi. Ini dinilai merupakan harapan palsu,” Kamis (20/8/2026).
Kemudian, dirinya juga kembali menyoroti ulah Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku Utara gempa bumi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 kemarin .Dia membandingkan respon pemerintah yang terjadi di NTT dengan di Batang Dua Kota Ternate.
Dia menyebutkan, Pemrov Maluku Utara memberikan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan bencana di NTT namun, sementara itu, gempa bumi yang merusak ratusan rumah warga di Batang Dua sampai sekarang ini belum terima bantuan serupa sesuai janji pernah dilontarkan.
“Kami berharap janji yang pernah diucapkan gubernur saat berkunjung beberapa bulan lalu di Batang Dua segera direalisasikan. 7 tempat ibadah dan 233 rumah warga belum diperbaiki lantaran menunggu menunggu bantuan yang janjikan,” jelasnya.
Selain bantuan pascagempa, Yerik meminta Pemprov Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate memberikan perhatian lebih serius terhadap pembangunan infrastruktur di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Ia menilai pemerintah perlu memperhatikan pembangunan dan perbaikan rumah ibadah, jalan, serta pelabuhan untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan Batang Dua.
“Kami sangat harap ada perhatian khusus dan serius dari pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Kecamatan Batang Dua, termasuk rumah ibadah, jalan, dan pelabuhan. Kiranya ini bisa direspons dengan baik oleh Pemrov dan Pemkot Ternate,” tegasnya.
Perlu diketahui, bahwa Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda telah melontarkan janji pada 11 April 2026 ketika berkunjung di Batang Dua dan melihat kondisi rumah warga yang terdampak bencana.
Ketika itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda menyampaikan komitmennya untuk membantu perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Bahwa, pemerintah menyiapkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Rp 20 juta hingga Rp 35 juta setiap rumah yang mengalami rusak ringan dan sedang. Tak hanya itu, pemerintah bakal membangun kembali rumah yang mengalami kerusakan berat.
Sherly saat itu mengakui proses penyaluran bantuan membutuhkan sejumlah tahapan. Namun, ia memastikan pemerintah akan mempercepat proses tersebut. Namun hal itu butuh tahapan tak serta merta langsung turun.
“Bantuan itu butuh tahapan tak serta merta langsung turun namun tetapi saya bakal upayakan secepat mungkin. Paling lambat 2 Minggu sudah mulai berjalan,” tutupnya.*(Ril/red).








