banner 140x600
banner 140x600
BULETIN NEWS

Antara Lelah dan Amanah, Pesan Reflektif Kadinsos Malut Untuk Garda Terdepan Sosial

34
×

Antara Lelah dan Amanah, Pesan Reflektif Kadinsos Malut Untuk Garda Terdepan Sosial

Share this article

BuletinMalut.com TERNATE – Suasana  hari saat berada di lokasi pengungsian warga terdampak gempa 7,6 Magnitudo yang menguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis(2/4/2016) swkitar pukul 07:45 WIT, tepatnya di kecamatan batang dua yang merupakan lokasi yang paling terparah.

Kepala Dinsos Malut Jen Kasim duduk bersama rekan-rekannya., duduk bersama bukan hanya sebagai pimpinan, melainkan sebagai seorang rekan yang membuka diri.

Dengan kerendahan hati, ia menyampaikan permohonan maaf apa yang dia lakukan ini belum maksimal seperti apa yang warga inginkan. dan itu dirinya katakan saat bertemu warga terdampak yang memilih menetap di dataran tinggi serta di tenda-tenda pengungsian yang tersebar di sejumlah sekolah yang ada di lokasi gempa.

Di tengah arahannya, Kadisos Malut itu melontarkan sebuah pertanyaan reflektif yang memecah keheningan pagi di lokasi pengungsian. “Di zaman sekarang ini, menurut Anda lebih sulit mana bekerja atau mencari kerja?” tanyanya lugas.

Jawaban serentak “Mencari kerja” dari para staf menjadi pintu masuk bagi Jen Kasim untuk mengingatkan kembali esensi dari sebuah profesi.

Baginya, status sebagai pekerja adalah amanah langka yang harus disyukuri dengan cara memberikan manfaat nyata bagi sesama, bukan sekadar menggugurkan kewajiban rutin.

Kadisos Malut pun tak segan berbagi sisi personalnya. Ia menceritakan bagaimana raga seringkali dipaksa melampaui batas, pulang menjelang subuh dan kembali bertugas saat matahari baru saja terbit.

“Kalau bicara soal capek, saya tentu capek,” akunya jujur. Namun, ia menekankan bahwa kelelahan itulah wujud nyata dari kontribusi bagi masyarakat, sebuah cara bersyukur yang sejajar dengan menjaga ibadah wajib.

Sebagai bekal bagi para ASN dalam melayani masyarakat Malut, ia menitipkan empat pelajaran hidup yang fundamental. Jujur, Tulus, Ikhlas, dan Sabar. Kejujuran, menurutnya, adalah harga mati yang dimulai dari diri sendiri.

Ia menegaskan bahwa pintu maafnya selalu terbuka bagi staf yang melakukan kesalahan teknis secara tidak sengaja, selama integritas tetap dijaga dengan baik.

Mengutip pemikiran spiritual Imam Ghazali, Ayah sapaan akrabnya Kadisos Malut ini memberikan peringatan yang menyentuh sanubari tentang bahaya merasa diri suci dari dosa. Ia mengingatkan bahwa kesombongan spiritual adalah awal dari kehancuran.

Pesan itu kemudian ia tutup dengan sebuah kerinduan yang bersahaja, momen yang indah saat duduk bersama seluruh staf dan rekan-rekannya di Kapal KMP 358 Milik KSOP Kelas II Ternate yang membawah puluhan personil gabungan untuk kembali pulang setelah melaksanakan tugas kemanusian di pulau batang dua;pasca gempa 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara.*(tim/red).

banner 336x280
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!