BuletinMalut.com.TERNATE- Front Perjuangan Untuk Demokrasi (FPUD) soroti terkait isu yang beredar rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) antara karyawan dan perusahaan tambang di Maluku Utara atau Malut.
Koordinator Lapangan (Korlap) FPUF, Yhasir Ashari, mengatakan, pihaknya menanggapi terkait dengan isu rencana PHK karyawan secara besar besaran perusahaan tambang di Maluku Utara.
Bahwa isu PHK, kata dia, merupakan suatu permainan yang sengaja dimainkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Meski begitu harus diingat bahwa untuk tambang -tambang di Maluku Utara adalah titipan.
“Maluku Utara merupakan daerah yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam atau SDA. Kemudian untuk di daerah ini telah miliki kurang lebih 130 investasi yang aktif,” ujarnya. Jumat (1/5/2026) saat peringatan May Day di Kota Ternate.
Kemudian, dia lanjutkan, demi kepentingan segelintir orang maka hal tersebut di bagi-bagi. Saat ini buruh selalu diintimidasi jika memperjuangkan hak-hak mereka. Bahwa intimidasi berupa PHK.
Menurutnya, buruh harus dihargai lantaran dari penghasilan mereka telah di potong pajak untuk pembangunan. Sehingga, buruh tidak bisa dieksploitasi dengan sesuka hati dari pihak perusahaan.*(Ril/red).













