BuletinMalut.com TERNATE – Tak bisa dipungkiri, dunia digital seakan mewajibkan manusia untuk cakap teknologi informasi. Perlahan tapi pasti berbagai ranah kehidupan mulai beradaptasi dengan kecanggihan teknologi, informasi, juga komunikasi.
Begitupun dengan dunia pendidikan, kecanggihan teknologi telah melahirkan pembelajaran-pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Tak hanya proses belajar mengajar (PBM), manajemen sebuah instansi juga akan lebih mudah dengan hadirnya teknologi.

Menyadari hal tersebut, SMA Negeri 6 Kota Ternate secara resmi mulai menerapkan absensi digital siswa berbasis QR CODE. Yang Dilaunching secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah pada 15 September 2026 dan secara langsung program ini mulai diterapkan untuk seluruh siswa di SMA yang kerap dikenal dengan sebutan Smansix tersebut.
Kasman, S. Pd selaku Kepala SMA Negeri 6 Kota Ternate menyebut, pemberlakuan absensi digital ini untuk mempermudah orang tua dan wali siswa dalam memantau kehadiran anak-anak mereka di sekolah.

“Kami mulai menerapkan absensi digital untuk seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Absensi ini akan langsung terhubung ke handphone orang tua atau wali siswa. Sehingga orang tua atau wali siswa dapat dengan mudah memantau kehadiran anak-anaknya di sekolah bahkan keberadaan guru juga akan di pantau oleh kepala sekolah dan kepala sekolah akan bisa di pantau oleh kepala dinas ,” sebut Kasman.

Brenda Fatbian salah satu siswa SMA Negeri 6 Kota Ternate mengaku senang dengan program absen digital. Sebagai Generasi Z yang cakap digital dirinya merasa lebih mudah untuk melaporkan kehadiran kepada orang tua di rumah.
“Orang tua bisa lebih mudah memantau kami, apakah kami sudah sampai di sekolah atau akan pulang sekolah. Sehingga tidak mengkhawatirkan orang tua perihal keselamatan kami di jalan ketika pergi dan pulang sekolah,” ujar Brenda.(tim/red).








