BuletinMalut.com.TERNATE- Lembaga Swadaya Masyarakat Gabungan Insan Pers (LSM GIPERS) Maluku Utara (Malut) soroti dugaan manipulasi reses yang dilakukan oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.
Ketua GIPERS Maluku Utara, Iskar Mansur, mengatakan, bahwa agenda reses tersebut seharusnya dilaksanakan di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti namun itu diduga berlangsung salah satu rumah di Ternate.
“Muncul agenda reses dimana seharusnya dilaksanakan di Pulau Moti justru digelar di salah satu rumah milik anggota DPRD inisial AS, yang berada di Kelurahan Toboko, Kecamatan Ternate Selatan,” ujarnya. Minggu (13/9/2026).
Lanjutnya, dugaan tersebut muncul pasca beredar foto dokumentasi memperlihatkan beberapa pihak berada dalam kegiatan yang berkaitan dengan agenda reses DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) II. Dokumentasi foto juga turut terlihat Lurah Tafaga, Ade Samsudin.
Iskar menyayangkan apabila benar agenda reses yang diperuntukkan bagi masyarakat Pulau Moti tersebut tidak dilaksanakan secara langsung di wilayah konstituen.
Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi warga di daerah pemilihannya.
“Selama ini kalau benar seperti itu, masyarakat Pulau Moti hanya dibohongi. Reses seharusnya dilakukan langsung dengan masyarakat, bukan dibuat dengan desain tersendiri,” ujar dia. Minggu (13/9/2026).
Sebagai putra Pulau Moti, ia mengaku turut menyayangkan dugaan praktik tersebut. Ia menilai anggota DPRD yang mewakili Dapil II memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agenda reses benar-benar menyentuh masyarakat di Pulau Moti.
Dirinya meminta, pelaksanaan kegiatan reses DPRD dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan, sehingga masyarakat tidak kehilangan hak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil mereka di parlemen. *(Ril/red).








