BuletinMalut.com.HALTENG- Aktifitas penambangan nikel PT Smart Marsindo yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Halmahera Tengah (Halteng) dinilai dapat mengancam keselamatan siswa siswi.
Kepala SMA 3 Halmahera Tengah, Satrianti Mustamin, mengatakan, bahwa pihaknya beserta siswa siswi merasa cemas dengan aktifitas penambangan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe.
Lanjutnya, aktifitas penambangan tersebut dengan sekolah kurang lebih 100 meter dan ini dinilai sangat mengganggu ketika proses belajar mengajar berlangsung karena suara kebisingan mesin serta debu yang dapat merusak kesehatan.
“Sementara ini aktifitas dari perusahaan itu belum dilakukan pasca dilakukan peletakan batu pertama SMA Negeri 3 Halmahera Tengah. Dimana SMA ini rencananya bakal dipindahkan,” ujarnya. Jumat (30/1/2025).
Dikatakan, dewan guru maupun siswa siswi juga merasa takut dengan adanya aktifitas penambangan lantaran dapat menyebabkan longsor atau banjir disaat hujan deras turun.
Menurutnya, peletakan batu pertama untuk pembangunan SMA Negeri 3 Halmahera Tengah dilakukan pada November 2025 lalu namun pasca hal tersebut belum ada tanda- tanda pembangunan dilaksanakan oleh PT Smart Marsindo.
“Kalau memang sekolah ini tak jadi untuk di bangun maka dari perusahaan tersebut harus segera melakukan reboisasi supaya tidak membuat pihak sekolah merasa takut ketika hujan deras yang bisa mengancam keselamatan,” jelasnya.
Bahkan, para orang tua murid juga turut mendukung ketika sekolah itu direlokasi di tempat yang baru supaya tidak mengancam keselamatan siswa siswi dan para guru.
Olehnya itu, pihaknya mendesak kepada PT Smart Marsindo agar secepatnya untuk membangun gedung sekolah bukan hanya diam pasca peletakan batu pertama pada tahun 2025 kemarin.
Dia menegaskan, agar PT Smart Marsindo supaya berikan kepastian terkait dengan rencana pembangunan gedung sekolah baru. Kalau masih bertahan disini bahwa pihaknya merasa cemas lantaran pohon- pohon digunung sudah digunduli
“Padahal Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menginginkan supaya program pendidikan berjalan dengan baik tanpa ada yang mengancam keselamatan para siswa,” tutupnya dengan nada sedih.*(Ril/red).







