BuletinMalut.com.TERNATE- Satuan Tugas (Satgas) penanganan sampah 7 Kelurahan di Kecamatan Ternate Barat rela menggunakan uang pribadi membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional motor Kaisar.
Padahal, capaian retribusi sampah yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate dari Januari sampai dengan pertengahan Juni 2026 telah mencapai Rp 2,6 miliar namun anehnya honor penanganan sampah Satgas masih terlambat untuk dibayarkan.
Camat Ternate Barat, Hamid Muhammad, mengeluhkan, honor operator Kaisar Satgas kebersihan di 7 Kelurahan sudah masuk 3 bulan belum dibayarkan karena tidak ada anggaran.
“Yang sudah diterima untuk tahun 2026 ini baru Januari sampai Maret, kemudian yang menunggak itu dari bulan April, Mei, dan Juni. Ada 7 kelurahan di Ternate Barat dan untuk tiap kelurahan masing-masing 1 unit motor Kaisar pengangkut sampah,” ujarnya. Jumat (26/6/2026).
Sehingga, lanjut camat, ada 7 operator di setiap kelurahan dan kemudian itu bukan hanya honor yang ditunggak namun tetapi juga jatah BBM. Untuk jatah BBM setiap hari yaitu 1 liter tiap unit Kaisar pengangkut sampah.
Menurutnya, hal tersebut dibayarkan sejak Januari hingga Juni 2026. Agar tak terjadi penumpukan sampah dilingkungan maka dari operator Kaisar mengambil inisiatif menggunakan uang pribadi untuk membeli BBM.
Dikatakan,bahwa pihaknya telah melakukan permintaan pencairan anggaran honor Satgas sampah di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate sejak awal Juni namun sampai sekarang ini belum direalisasikan.
“Bahwa operator motor Kaisar ini kalau bisa anggaran itu BPKAD Kota Ternate agar secepatnya cairkan karena petugas ini punya kebutuhan rumah tangga apalagi mereka rela menggunakan uang pribadi beli BBM 1 liter setiap hari,” desaknya.
Oleh karena itu, dengan terlambatnya pencairan anggaran bahwa hal itu sangat berdampak pada pengangkutan sehingga terkadang juga sampah biasa menumpuk karena kendala BBM yang digunakan motor Kaisar sebagai alat operasional.
Sementara itu, Pelaksana Tugas atau Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Muhamad, mengatakan, untuk target retribusi sampah pada tahun 2026 ini yaitu Rp 7,1 miliar namun sekarang Januari sampai pertengahan Juni telah mencapai 2,6 miliar.
Kemudian, hal itu menunjukkan adalah progres yang sangat signifikan karena dari target yang telah ditentukan sudah mencapai 38 persen untuk dipertengahan Juni 2026 ini.
Dia membeberkan, pendapatan retribusi itu didapat melalui 3 jalur yaitu pembayaran air setiap bulan di Perumda Ake Gaale Kota Ternate, pengurusan pembuatan izin usaha di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Ternate, serta penagihan retribusi sampah di lapangan.
“Kami sangat optimis bisa mencapai target Rp 7,1 miliar pada tahun 2026 sebagaimana telah dibebankan ke instansi yang saya pimpin sekarang ini. Karena pendapatan retribusi sampah tahun 2025 lalu hampir mencapai 100 persen,” tutupnya.*(Ril/red).







