banner 140x600
banner 140x600
BULETIN NEWS

Cegah Paham Radikalisme, Pemuda Cinta Damai Kota Ternate Gelar Talk Show

×

Cegah Paham Radikalisme, Pemuda Cinta Damai Kota Ternate Gelar Talk Show

Share this article

BuletinMalut.com.TERNATE- Pemuda Cinta Damai Kota Ternate gelar diskusi dengan tema”Pemuda Garda Terdepan Dalam Menjaga Toleransi Untuk Indonesia Damai”.

Untuk memperkuat materi, Pemuda Cinta Damai Kota Ternate hadirkan 3 narasumber yakni Kasatgaswil Densus 88 Maluku Utara (Malut), AKBP Muslim Nanggala, Ketua Dewan Masjid Indonesia atau DMI Maluku Utara, Habib Muksin dan eks narapidana kasus terorisme berinisial IE alias Iskandar.

Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Andini Rajiun, mengatakan,pihaknya menilai bahwa kegiatan yang berlangsung tersebut sangat positif.

Menurutnya, berdasarkan tema yang telah diangkat sesuai dengan kegiatan dilakukan pada saat ini, karena bagi dia, cinta damai dan toleransi sangat relevan serta mendukung upaya pencegahan radikalisme di Kota Ternate.

Ketua DMI Maluku Utara, Habib Muksin, menyampaikan,pentingnya untuk mencegah isu yang berpotensi pecah belah persatuan dikalangan masyarakat demi keutuhan bangsa.

Olehnya itu, apabila ada oknum yang tidak bertanggung jawab membawa isu Suku Agama, Ras dan Antargolongan atau SARA agar jangan diberi kesempatan. Mencegah itu lebih baik.

Sementara ditempat yang sama mantan narapidana inisial IE alias Iskandar, dirinya berbagi pengalaman yang pernah dia alami ketika saat itu terpapar dalam kasus paham radikal pada tahun 2011 kemarin.

Lanjutnya, bahwa ada konten propoganda konflik Timur Tengah yang beredar bebas di internet dan kemudian dirinya juga menilai, itu banyak anak muda terpengaruh.

“Pada saat itu saya pernah lihat di Youtube masih bebas tayang terkait propoganda yang dibungkus nilai kemanusiaan. Bahkan mulai dari pengalaman itu saya ikut terpapar,” ujarnya. Selasa (19/8/2025).

Kasatgaswil Densus 88 Maluku Utara, AKBP Muslim Nanggala, menambahkan, jaringan terorisme memiliki banyak bentuk aliran dan strategi untuk mempengaruhi masyarakat, sehingga itu harus diwaspadai.

Meski begitu, ancaman itu masih nyata dan berkembang di Maluku Utara banyak yang menganggap teroris ini tidak ada namun itu faktanya beredar dengan modus beragam kelompok. Bahkan ada juga yang terafiliasi dengan organisasi terlarang yang ingin mendirikan negara khilafah.

Kemudian, dia menyinggung berdasarkan hasil penelitian Setara Imstitute tahun 2024 yang menempatkan Ternate dalam daftar kota intoleran. Untuk itu, peran pemuda sangat penting menjaga nilai toleransi dan mencegah berkembangnya paham radikal di masyarakat.

“Kami tetap lakukan kerja sama kepada berbagai pihak seperti yakni, para pemuda, mahasiswa dan di tingkat kelurahan dan selalu sosialisasi sehingga toleransi selalu tumbuh di tengah masyarakat,” pungkasnya. *(Ril/red).

banner 336x280
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!