BuletinMalut.com.TERNATE- Kementerian Agama (Kemenag) Maluku Utara (Malut) menunggu sidang isbat untuk menentukan awal bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi. Bahwa 1 Ramadan berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026.
Dimana pemantauan (rukyat) hilal Ramadan tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku Utara, Amar Manaf, Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, Dede Eriksana Yasa.
Tak sampai disitu hal itu juga, turut dihadiri yaitu Majelis Ulama Indonesia Maluku Utara ,Bobato Kesultanan Ternate dan undangan lainnya yang ikut menyaksikan pemantauan hilal Ramadan.
Kepala BMKG Ternate, Dede Eriksana Yasa, mengatakan, pemantauan hilal dilakukan secara nasional ada sebanyak 37 titik di Indonesia termaksud Maluku Utara.
Selain hisab, bahwa dilakukan rukyat dan kemudian perhitungan data menjadi dasar pelaksanaan pengamatan berlangsung di gedung Observatorium Hilal Ave Taduma.
Dikatakan, kalau untuk hasil hisab konjungsi (ijtima) terjadi pada pukul 21.01.07 WIT. Matahari terbenam pada pukul 18.47.09 WIT, sedangkan bulan terbenam lebih awal pada pukul 18.40.08 WIT. Tinggi hilal tercatat minus 2 derajat 1,37 menit dengan elongasi 1 derajat 32,11 menit.
Sehingga itu, dengan posisi tersebut untuk hilal secara astronomis berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, lantaran hal ini tak memungkinkan kalau diamati. Selain itu, Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab.
Ditempat yang sama, Kakanwil Kemenag Maluku Utara, Amar Manaf, menjelaskan, untuk menentukan 1 Ramadan 1447 Hijriah sangat sulit dilihat hilalnya lantaran kondisi yang kurang baik.
“Pemantauan hilal yang dilakukan pada hari ini di Ternate bahwa kami wajib sampaikan hasilnya di Kemenag Pusat untuk dijadikan bahan usulan saat rapat di Jakarta,” ujarnya. Selasa (17/2/2026).
Meski begitu, kalau keputusan ini berbeda dengan Muhammadiyah maka perbedaan itu harus dihormati dan saling menghargai. Amar menghimbau, agar perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan agar kiranya tidak dipertentangkan.
Dia beberkan, pemantauan hilal di Maluku Utara ada 3 titik yaitu Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), dan Halmahera Barat (Halbar). Untuk di Maluku Utara hasil pemantauan sama.*(Ril/red).







