BuletinMalut.com.TERNATE- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Ternate kerahkan armada secara maksimal untuk melayani lonjakan penumpang masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Ini dikatakan, Kepala Cabang Pelni Ternate, Amin Amrulloh, bahwa timnya menggelar kesiapan dan pemeriksaan langsung pada setiap kapal untuk memastikan kelaiklautan armada.
Lanjutnya, pemeriksaan tersebut mencakup kebersihan ruangan, fungsi toilet, kualitas pelayanan makanan, hingga kesiapan alat keselamatan pelayaran. Pada prinsipnya ia menyiapkan bagaimana armada itu layak.
“Alat keselamatan seperti sekoci, ILR, dan life jacket dipastikan jumlahnya memenuhi minimal 125 persen dari kapasitas penumpang. Namun di lapangan, kami sediakan di atas 125 persen. Bahkan untuk kondisi layak pakai dicek langsung,” jelas Amin.
Kemudian, Pelni mengoperasikan beberapa kapal melayani kelancaran transportasi laut selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sedangkan, KM Umsini yang baru selesai menjalani perawatan rutin (docking) bakal berlayar Ternate-Bitung dan seterusnya.
Selain itu, Pelni juga menerapkan strategi rerouting dengan mengganti KM Dorolonda menggunakan KM Labobar karena armada itu berkapasitas lebih besar yakni 3.684 penumpang.
Dikatakan, terkait antrian panjang bahwa Pelni alihkan seluruh transaksi ke kanal digital, sehingga masyarakat memesan tiket lewat aplikasi Pelni mobile, mobile banking, dan gerai Alfamart, serta Indomaret. Amin mengingatkan, calon penumpang agar tidak tergiur tawaran tiket melalui media sosial pribadi.
“Kami tegaskan bahwa Pelni tidak pernah menjual tiket melalui Facebook, WhatsApp pribadi, Instagram, maupun TikTok. Kami meminta bantuan media untuk mengedukasi masyarakat agar tidak ada yang menjadi korban penipuan tiket palsu,” ujarnya.
Pelni juga memperketat sistem pembelian tiket berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), untuk menutup ruang gerak calo dan sistem komputer akan otomatis memblokir NIK yang terdeteksi memborong tiket pada rute yang sama untuk dijual kembali. Pelni sedang menjejaki kerja sama dengan Ditjen Dukcapil guna mengintegrasikan data penindakan tersebut.
Bahkan, pihaknya menggandeng Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mencocokkan identitas tiket dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penumpang sebelum naik ke atas kapal.
“Petugas tidak mengizinkan penumpang yang memegang tiket tidak sesuai nama untuk berangkat demi menjamin hak asuransi pelayaran dan hak konsumsi di atas kapal,” tegasnya.
Selain itu, Pelni bekerja sama dengan PT Pelindo dan Polsek Ahmad Yani Ternate agar menyaring seluruh bagasi penumpang menggunakan mesin X-ray di masuk di terminal penumpang pelabuhan.
Ia menambahkan, sebagai bentuk stimulus bagi calon penumpang maka Kementerian Perhubungan melalui PT Pelni memberikan diskon tarif dasar sebesar 30 persen untuk periode penerbitan tiket liburan Nataru.
“Pelni berikan diskon tarif dasar sebesar 30 persen untuk jadwal keberangkatan mulai 17 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027 , Masyarakat bisa membeli tiket berdiskon ini mulai dari sekarang,” pungkasnya.*(Ril/red).








