BuletinMalut.com TERNATE- PeneLITian dan PengemBANGan (Litbang) Halmahera Post keluarkan rilis hasil survei evaluasi 1 tahun masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, M.Tauhid Soleman- Nasri Abubakar. Jumat (20/2/2026).
Survei ini, memotret tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik serta sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga di Kota Ternate.
Kemudian hasilnya, 71,8 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Pemerintah Kota Ternate. Rinciannya, 5,0 persen mengaku sangat puas dan 66,8 persen puas. Sementara itu, 28,2 persen responden menyatakan tidak puas, terdiri dari 21,2 persen kurang puas dan 7,0 persen tidak puas.
Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas publik memberikan penilaian positif terhadap satu tahun kepemimpinan Tauhid–Nasri, meskipun masih terdapat sektor yang dinilai perlu pembenahan serius.
Survei itu, menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional di seluruh kecamatan di Kota Ternate.
Pengumpulan data berlangsung pada 29 Januari hingga 7 Februari 2026, sehingga potret opini publik yang telah tergambar mencerminkan persepsi warga pada periode satu tahun pemerintahan berjalan.
Pelayanan Kesehatan Jadi Penopang Kepuasan
Pelayanan kesehatan menjadi faktor utama yang mendorong kepuasan publik, dengan kontribusi sebesar 30,0 persen. Responden menilai adanya peningkatan kualitas layanan kesehatan, baik dari sisi akses maupun respons petugas.
Pelayanan pendidikan berada di posisi kedua dengan kontribusi 15,3 persen, disusul infrastruktur jalan sebesar 10,5 persen yang dinilai mengalami perbaikan dan pemeliharaan lebih baik.
Pelayanan air bersih menyumbang persepsi positif sebesar 7,3 persen, sementara penanganan sampah mendapatkan apresiasi dari sebagian warga sebesar 5,5 persen.
Faktor pendukung lainnya meliputi penerangan jalan (2,0 persen), penataan pasar (0,8 persen), retribusi parkir (0,5 persen), serta keterjangkauan sembako dan barito (6,7 persen).
Sampah dan Air Bersih Masih Jadi Pekerjaan Rumah (PR)
Di sisi lain, persoalan pengelolaan sampah menjadi keluhan terbesar warga, dengan angka 10,8 persen. Warga menilai sistem pengelolaan sampah masih belum optimal dan berdampak pada kebersihan lingkungan.
Pelayanan air bersih juga menjadi sorotan dengan 8,0 persen responden menyatakan tidak puas akibat ketidakkonsistenan distribusi dan kualitas air.
Keluhan terhadap infrastruktur jalan tercatat sebesar 5,0 persen, terutama terkait kondisi jalan di sejumlah wilayah yang dinilai belum memadai. Selain itu, sektor lainnya menyumbang 2,8 persen ketidakpuasan, sementara sebagian kecil responden masih menyoroti layanan pendidikan dan kesehatan (1,7 persen).*(Ril/red).













