BuletinMalut.com.TERNATE- Sejumlah wartawan yang sementara melaksanakan tugas peliputan di Stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate diduga mendapat perbuatan yang tidak menyenangkan dari official tim Malut United.
Kejadian itu, saat tim Malut United melawan PSM bahwa dimana wartawan dari Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate mencoba mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga.
Namun, secara tiba-tiba salah satu oknum langsung mendatangi wartawan RRI serta dinilai melakukan intimidasi dan kemudian meminta agar menghapus rekaman video yang telah tersimpan di Handphone (Hp).
Kejadian tersebut terjadi setelah salah satu wartawan Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate yang mendokumentasikan perjalanan perangkat pertandingan usai laga langsung diintimidasi hingga diminta untuk menghapus sejumlah video.
Perbuatan, mengintimidasi dan menyuruh menghapus rekaman video sebagai dinilai bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang dapat dikenakan sanksi pidana.
Tak sampai disitu, salah satu pria tersebut juga diduga telah meminta Stewart supaya mengusir wartawan yang berada di tribun meski itu menggunakan ID Card resmi dari Super League.
“Anda wartawan, kamu harus menghapus rekaman video itu,” teriak salah satu pria yang diduga official tim Malut United sambil dinilai memprovokasi sejumlah suporter. Sabtu (7/3/2026).
Selain itu, pemilik utama Malut United yaitu David Glen Oei yang turut menyaksikan kejadian tersebut juga menyalahkan para wartawan yang berada di stadion pada saat usai laga Malut United VS PSM.
Dirinya menanyakan asal seorang wartawan yang telah merekam video, sembari juga meminta agar pihaknya didukung. Hal itu dinilai merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan lantaran telah melontarkan pertanyaan yang tak perlu keluarkan.
“Kamu dari mana,kalau dari Ternate kenapa tidak mendukung kami,” ujar David, sambil melihat ke bawah ke arah para wartawan dengan tatapan terkesan pesimis usai tim Malut United imbang melawan PSM.
Sementara, Firjal Usdek yang juga adalah wartawan yang berada di lokasi tersebut turut mendapatkan perlakuan yang dinilai tak menyenangkan atas kejadian itu.
Menurutnya, keberadaan wartawan di lokasi pertandingan masih berdasarkan dengan aturan dan dilengkapi ID Card resmi dari Super League. Hal ini sangat disayangkan.*(Ril/red).













