banner 140x600
banner 140x600
BULETIN NEWS

Kornas Re-LUN Desak Presiden RI Copot Menteri ESDM Bahlil dan Dirut PT PLN Darmawan

×

Kornas Re-LUN Desak Presiden RI Copot Menteri ESDM Bahlil dan Dirut PT PLN Darmawan

Share this article

BuletinMalut.com.MEDAN- Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto diminta agar copot Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),Darmawan Prasodjo atas dugaan keterangan palsu pemulihan listrik di Aceh pasca bencana.

Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN, Teuku Yudhistira, mengatakan, bahwa kedua orang tersebut diduga telah memberikan keterangan soal pemulihan listrik di Aceh setelah bencana alam menimpa Aceh sudah 93 persen.

Menurutnya, Bahlil Dahalia dan Darmawan Prasodjo dinilai telah melakukan prank bagi terhadap korban banjir sementara berduka. Seakan-akan dinilai sengaja menyampaikan hal ini supaya PLN dianggap bekerja secara maksimal. Itu merupakan Asal Bos Senang (ABS).

“Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Bahlil dan Darmawan,” ujarnya. Selasa (9/12/2025) tiba di Medan setelah turun langsung melihat kondisi di Aceh Tamiang pasca bencana banjir tersebut.

Dirinya,sebagai orang yang merasa memiliki daerah Aceh juga terasa kecewa dengan keterangan yang telah dilontarkan Menteri ESDM dan Dirut PT PLN yang dinilai suatu tindakan prank bagi korban bencana banjir.

Menurutnya, tindakan kedua orang ini tidak bisa untuk dipertahankan jabatannya dan sudah sewajarnya Presiden RI Prabowo Subianto agar mencopot jabatan dari Bahlil Dahalia serta Darmawan Prasodjo lantaran dinilai mempermainkan rakyat Aceh yang sedang berduka.

Ia mengakui, pada saat tiba di Aceh, timnya langsung menyebar dibeberapa wilayah seperti yakni Aceh Tamiang, Aceh Utara dan Aceh Tengah. Dirinya mendapat informasi pasca banjir tidak ada penerangan listrik.

“Kami juga sadari ini merupakan bencana alam yang tak bisa menyalahkan orang lain termaksud PLN dan mereka pasti berjibaku memulihkan jaringan listrik,” kata, Ketua Pengurus Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO) ini.

Dia mengisahkan, informasi disampaikan Menteri ESDM soal kondisi kelistrikan yang hampir pulih secara keselurahan, tentu bisa menjadi hiburan bagi korban, tapi sekarang justru itu menjadi sesuatu menyakitkan karena dianggap hanya prank.

Dan tentunya, lanjut Yudhis, pernyataan oleh Bahlil Dahalia di media terkait dengan kondisi kelistrikan di Aceh tidak lepas dari informasi yang disampaikan Darmawan sebagai institusi bawahannya.

“Artinya ini bahwa Darmo harus turut serta bertanggungjawab dengan kesalahan yang kami anggap sangat fatal. Apalagi semua platform media termasuk Media Sosial atau Medsos menyiarkan informasi itu karena dianggap sebagai prestasi,” jelasnya.

Namun ternyata fakta berkata lain, bahwa Dirut PT PLN justru melakukan konferensi pers menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya. Ucapan permintaan maaf ini tak cukup melainkan juga harus mundur dari jabatannya. Bahkan pejabat PLN yang ikut memosting informasi keliru di medsos mereka, seperti GM PLN P3BS dan pejabat lainnya.

Sebelumnya, Dirut PT PLN telah melakukan konferensi pers yang dilaksanakan pada 9 Desember 2025, menyampaikan beberapa poin pernyataan antara lain:

1. Permohonan maaf kemudian klarifikasi Darmawan Prasodjo menyampaikan kepada masyarakat Aceh karena pemulihan listrik belum mencapai target 93% seperti yang dilaporkan sebelumnya. Ia mengakui bahwa informasi awal tersebut tidak akurat karena menghadapi tantangan teknis sangat berat di lapangan.

2. Kondisi Terkini di Aceh Darmawan juga jelaskan, kegagalan sinkronisasi kelistrikan telah mengisolasi seluruh wilayah Aceh dari jaringan sistem kelistrikan Sumatra. Untuk penyebab utamanya adalah robohnya enam tower transmisi Bireuen–Arun. Hal ini terjadi akibat pelebaran sungai yang drastis (dari sekitar 80 meter menjadi 300 meter lebih) karena banjir bandang,yang sebabkan kabel transmisi hilang terbawa arus.

3. Target pemulihan PLN butuhkan waktu sekitar lima hari ke depan pulihkan sistem kelistrikan secara menyeluruh di Aceh, termasuk memastikan aliran listrik di Banda Aceh pulih sepenuhnya. Tim recovery PLN telah dikerahkan dan Darmawan Prasodjo sendiri berada di Aceh untuk memastikan penanganan dilakukan secara langsung dan cepat.

“Kami minta maaf karena telah sampaikan informasi bahwa sistem kelistrikan di Aceh akan meningkat menjadi 93%. Ternyata, dalam prosesnya kami hadapi tantangan hambatan teknis,” tutupnya, menceritakan berdasarkan rilis yang diterima media ini.*(Ril/red).

banner 336x280
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!