BuletinMalut.com. TERNATE- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate terus tingkatkan kompetensi penulis melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) “Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal”.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 50 orang ini, masuk pada tahap terakhir. Dan kemudian seluruh peserta kembali mendapatkan pendampingan serta koreksi langsung dari narasumber yang merupakan penulis berpengalaman.
Kepala Bidang Perpustakaan Dispersip Kota Ternate, Diana Djoisangadji, mengatakan, Bimtek ini dilaksanakan dengan tiga tahap. Tahapan pertama penjaringan peserta sekaligus pengumpulan hasil tulisan.
Kemudian, yang kedua yaitu karya tulis para peserta diperiksa dan diberikan masukan oleh para narasumber. Ia kembali lanjutkan, sedangkan tahap ke tiga yakni pendalaman materi serta penyempurnaan hasil tulisan agar karya dihasilkan memilik kualitas lebih baik.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi penulis pemula di Kota Ternate. Hari ini merupakan tahap terakhir, di mana hasil penulisan peserta dikumpulkan untuk dikoreksi oleh narasumber,” jelas. Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, para peserta yang terlibat itu berasal dari berbagai kalangan, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa hingga masyarakat umum.
Keberagaman peserta tersebut, diharapkan menjadi ruang bagi tumbuhnya generasi penulis baru yang memiliki kepedulian terhadap sejarah dan kebudayaan lokal.
Dikatakan, proses pendampingan penulisan karya bahwa panitia hadirkan beberapa narasumber dimana mereka adalah penulis seperti Herman Oesman, Marjorie S. Amal, dan Asghar Saleh.
Setelah proses Bimtek berakhir, peserta masih diberikan kesempatan lebih dari satu minggu untuk selesaikan dan sempurnakan naskah masing-masing. Selanjutnya, semua karya bakal diserahkan di narasumber untuk melalui proses pemeriksaan dan penyuntingan akhir.
Berbeda dengan kegiatan lomba penulisan, Bimtek kali ini tidak bertujuan mencari juara atau menentukan pemenang, Tetapi seluruh peserta diberikan kesempatan supaya hasilkan karya tulis dengan mengangkat berbagai kekayaan budaya lokal di Kota Ternate.
Ia membeberkan, hasil tulisan nanti bakal dihimpun dan diterbitkan dalam bentuk buku. Kumpulan karya penulis pemula ini direncanakan untuk dikirimkan ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas), sebagaimana program serupa yang pernah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Tema yang diangkat pun cukup beragam, mulai sejarah benteng, tradisi masyarakat, hingga berbagai warisan budaya yang menjadi identitas Kota Ternate,” jelasnya.
Kegiatan ini, tidak hanya menjadi agenda pelatihan, tetapi juga mampu membuka ruang bagi masyarakat untuk mendokumentasikan kekayaan sejarah dan budaya daerah melalui tulisan.
Diana, menambahkan, melalui kegiatan itu bisa muncul penulis-penulis pemula yang mengangkat budaya lokal di Kota Ternate. Banyak budaya dan sejarah daerah perlu ditulis dan diperkenalkan ke masyarakat.
“Karya para peserta dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah, tradisi, dan identitas budaya Ternate agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” pungkasnya.*(Ril/red).








