BuletinMalut.com.TERNATE- Pekerja Satuan Layanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Polres Ternate program Makan Bergizi Gratis atau MBG keluhkan pembayaran gaji diduga tidak sesuai dengan absensi dan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu pekerja SPPG Polres Ternate yang namanya tidak mau dipublis oleh media ini, dirinya serta rekan-rekan lainnya merasa kecewa dengan pembayaran gaji yang tak sesuai.
“Gaji kami dihitung perhari dengan setiap divisi berbeda-beda ada yang Rp130.000 dan Rp 140.000. Kemudian gaji dibayarkan tiap 12 hari dalam sebulan,” ujarnya. Selasa (23/6/2026).
Namun, terkadang, lanjut dia, sudah 3 kali gajian pasti ada 1 sampai 2 hari terkadang tidak dihitung bahkan hal tersebut bahwa pihaknya sudah keluhkan cuman saja dari Kepala SPPG Polres Ternate, Izar dan pemilik yayasan yaitu Novi enggan hiraukan itu serta selalu mencari alasan tersendiri.
Dikatakan, dirinya dan pekerja SPPG lainnya mempunyai catatan tersendiri ketika masuk kerja menyerahkan hal itu ke pihak SPPG selalu menolak tanpa memberikan alasan yang jelas.
“Setiap pembayaran gaji kami komplain ke pihak SPPG bahwa mereka tidak menerima itu lantaran mempunyai alasan tersendiri. Mereka bayarkan gaji berdasarkan dengan catatan,” tegasnya, saat didampingi oleh 2 rekannya.
Dia menyebutkan, untuk pekerja di SPPG Polres Ternate sekitar kurang lebih 47 orang dan saat gajian selalu melakukan komplain atas perbedaan hitungan hari dengan pihak SPPG Polres Ternate.
Meski begitu, SPPG tersebut telah melayani Makan Bergizi Gratis yakni Posyandu Polres Ternate, Posyandu Kampung Pisang, Taman Kanak Kanak atau TK Bhayangkari, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Kota Ternate, Sekolah Menengah Atas atau SMA Negeri 10 Kota Ternate, SMA Islam Kota Ternate, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Kota Ternate
Selain itu, ada salah satu pekerja bagian driver yang sudah berhenti bekerja namun namanya diduga masih ada.Dan kemudian untuk menutupi itu dari Kepala SPPG Polres meminta agar pekerjaan itu diambil alih oleh pihaknya.
“Kepala SPPG Polres Ternate, Izar meminta kami untuk backup pekerjaan itu dengan berjanji gaji seorang driver itu akan dikasih ke kami namun setiap gajian tidak pernah diterima. Setiap hak itu diminta dari Kepala SPPG, pemilik yayasan dan bagian akuntan yaitu Nisa selalu lempar tanggung jawab,” kisahnya.
Menurutnya, driver itu berhenti bekerja sudah kurang lebih 3 bulan dan kemudian yang bersangkutan tersebut diduga adalah adik dari Kepala SPPG Polres Ternate.
Ia menambahkan, pihaknya meminta pada pihak SPPG membayarkan sisa gaji mereka yang belum diterimanya lantaran hal itu merupakan haknya. Jika perlu orang orang seperti Izar, Novi, dan Nisa diberhentikan.
“Kami minta kepada APH agar melakukan pemeriksaan ke 3 orang tersebut karena membayar gaji pekerja tak sesuai dengan hitungan absensi dan nilai telah mengambil hak para pekerja,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Polres Ternate, Izar belum merespon konfirmasi melalui via WhatsApp (WA) sampai berita dipublikasi.*(Ril/red).







