BuletinMalut.com.TERNATE- Ardian Idhan resmi pimpin Partai Golkar Kota Ternate setelah mengantongi 10 rekomendasi dari 13 suara. Penetapan itu saat Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II.
Kemenangan ini, menjadi momentum baru bagi Partai Golkar Kota Ternate untuk memperkuat konsolidasi internal dan juga menyiapkan strategi hadapi kontestasi politik kedepannya.
Dengan dukungan sejumlah unsur partai, mulai dari pimpinan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, hingga lembaga sayap partai, Ardian kini mengemban mandat agar membawa Golkar Ternate menjadi lebih solid dan kompetitif.
Setelah terpilih, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yakni pimpinan kecamatan, simpatisan yang memberikan dukungan selama proses Musda.
Dia menegaskan, bahwa perbedaan pilihan dalam kontestasi internal merupakan hal yang wajar dan tidak bisa jadi penghalang bagi persatuan partai.
Dikatakan, langkah awal kepemimpinannya bakal difokuskan pada konsolidasi serta penyegaran organisasi. Ia ingin membangun kepengurusan yang mampu mengakomodasi potensi generasi muda sekaligus mempertahankan kontribusi para pengurus senior.
“Kami mengusung arah baru Golkar Ternate agar seluruh elemen partai bergerak solid dan merangkul semua pihak. Kami akan melakukan penyegaran, khususnya dalam struktur kepengurusan, hadirkan wajah-wajah baru, tetapi tetap melibatkan dan merangkul para pengurus lama. Kita tinggalkan budaya lama menuju perubahan,” ujarnya.Kamis (22/10/2026).
Di sektor politik elektoral, Ardian memasang target ambisius bagi Golkar Ternate. Dia menargetkan partainya mampu meraih lima hingga enam kursi legislatif atau bahkan lebih, sekaligus merebut posisi pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.
“Selain memperkuat posisi di parlemen, Golkar Ternate juga bakal mempersiapkan kader terbaik untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Wali Kota Ternate,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa partai tak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kursi legislatif, tetapi juga ingin memperkuat peran dalam menentukan kepemimpinan daerah.
Ardian mengungkapkan, keberhasilan Partai Golkar ke depan tidak hanya ditentukan dari struktur kepengurusan, tetapi oleh soliditas kader dan kemampuan bangun hubungan dengan masyarakat.*(Ril/red).








