BuletinMalut.com.TERNATE- Ulah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara (Malut) yang diduga sengaja memotong tali rumpon nelayan Pulau Hiri, Kota Ternate disorot tokoh pemuda.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh tokoh pemuda Kecamatan Pulau Hiri, Iswan Ismail ,tindakan bagian pengawasan DKP Maluku Utara yang diduga merusak atau hilangkan rumpon masyarakat sudah diluar batas.
Lanjutnya, dugaan itu merupakan tindakan yang dinilai sangat tidak manusiawi lantaran hal ini merupakan mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan keluarga bagi nelayan .Karena pembuatan rumpon butuh biaya puluhan juta.
“Pembuatan rumpon membutuhkan biaya yang sangat besar. Bahwa nelayan dalam membiayai itu gunakan uang pribadi hingga mencapai Rp 25 sampai 30 juta,Bahwa DKP Maluku Utara harus bertanggung jawab dan kembalikan rumpon masyarakat,” ujarnya. Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, DKP Maluku Utara sebelum itu harus memberikan pemberitahuan secara resmi ke masyarakat nelayan bukannya diam-diam datang memotong tali rumpon.
Tindakan yang diduga dilakukan oleh DKP Maluku Utara ini, kata Iswan, telah melukai hati warga lantaran nelayan yang hendak mengambil hasil tangkapan ikan namun itu dikagetkan rumpon mereka sudah tak ada ditempat. Ini dinilai merupakan kejahatan.
Dia menegaskan, supaya DKP Maluku Utara dalam waktu dekat ini segera kembalikan rumpon masyarakat kalau hal tersebut tak ditindaklanjuti. Maka masyarakat Pulau Hiri bakal berdemonstrasi secara besar-besaran .*(Ril/red).








