banner 140x600
banner 140x600
BULETIN NEWS

Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, GMNI Malut Bakal Laporkan 2 Oknum Pengurus Organisasi di Polda Malut

×

Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, GMNI Malut Bakal Laporkan 2 Oknum Pengurus Organisasi di Polda Malut

Share this article

Buletinmalut.com TERNATE- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara (Malut) akan melaporkan 2 orang ketua organisasi masyarakat ke Polda Malut terkait dugaan pencemaran nama baik.

Hal ini disampaikan oleh, Ketua GMNI Malut, Alfius Gisisi, bahwa 2 orang yang pihaknya bakal laporkan yakni Ketua Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Ketua Forum Strategis Pembangunan Sosial (Fores) Maluku Utara. Lantaran ke 2 orang tersebut dinilai keliru memberikan pernyataan beredarnya foto berpose jempol dirinya bersama Ketua Bawaslu Malut Masita Nawawi.

“Dalam waktu dekat saya buat laporan polisi menyangkut nama baik. Ini dilakukan terlepas dari kapasitas saya sebagai Ketua GMNI Maluku Utara”, jelasnya, Kamis (18/1/2024) malam.

Ia menuturkan, tuduhan kedua ketua organisasi masyarakat itu dinilai terkesan pendapat pribadi yang tidak mendasar. Karena pernyatan itu dianggap merugikan dirinya selaku penyelenggara ad hoc di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat (Halbar) dalam menghadapi kesiapan Pemilu 2024.

“Saya rasa mereka keliru menyampaikan pernyataan, apalagi menunding tanpa melakukan konfirmasi kepada saya dan itu sangat merugikan. Saya sudah koordinasi dengan pihak Polda untuk laporan pencemaran nama baik”, pungkasnya.

Dikatakan, foto berpose jempol bersama Ketua Bawaslu Malut itu diambil saat dirinya bersama sejumlah pengurus yang sedang silaturahmi jelang konferensi daerah (Konferda) GMNI pada 16 Oktober 2023, kemarin.

“Saat itu saya pengurus dan panitia yang sedang silaturahmi di rumah dengan maksud koordinasi untuk meminta Ketua Bawaslu menghadiri kegiatan kami. Foto itu diambil usai menyampaikan maksud kami dan meminta dokumentasi sebagai laporan ke group,” ujarnya.

Lebih lanjut, Alfius menuturkan saat itu pihaknya belum mengetahui simpul-simpul berpose sehingga bergaya seperti yang dilakukan orang pada umumnya. Dia mengaku foto miliknya sengaja di sebar luaskan oleh orang tak bertanggungjawab.

“Belum tahu ada larangan simpul-simpul karena belum ada penetapan sehingga saat berpose kami mengangkat jari, ketua juga ikut mengangkat jari. Saat itu kapasitas saya sebagai pengurus organisasi bukan penyelenggara,” pungkasnya.*(Abril).

banner 336x280
Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!