Buletinmalut.com.TERNATE- Panitia Hari Jadi Ternate (Hajat) ke 773 tidak libatkan masyarat dalam pencanangan penanaman pohon pala dan cengkeh secara simbolik di Benteng Orange.
Penanaman pohon pala dan cengkeh di Benteng Orange dilakukan ada 6 titik kemudian ikuti secara serentak pada 8 kecamatan di seluruh wilayah Kota Ternate.
Berdasarkan pantauan Buletinmalut.com, dilapangan ratusan para Aparatur Sipil Negara (ASN) mau pun Non ASN terlihat ramai berdatangan dilokasi kegiatan pada pukul 15:00.
Namun, sayangnya acara penanaman ratusan pohon tersebut dari pihak panitia tidak mengundang masyarakat seperti Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.
Perlu diketahui, bahwa Walikota Ternate, M.Tauhid Soleman, dalam sambutanya dalam kegiatan tersebut selain sebagai acara seremonial, juga dijadikan sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat makna dari penanaman pohon pala dan cengkeh sebanyak 773 dimana Ternate dikenal Kota Rempah.
“Dengan adanya peringatan HRN pada 11 Desember 2023 ini juga sebagai sarana untuk sosialisasikan identitas city branding Ternate sebagai Kota Rempah kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Ternate,” ujarnya, Selasa (12/12/2023).
Ia berharap, semoga dengan peringatan HRN dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga kelestarian dan kebersihan Kota Ternate sebagai Kota Rempah.
Sementara Ketua Panitia Hajat 773 Fathiyah Suma, mengatakan, kegiatan menanam serentak 773 pohon pala dan cengkeh sebagai seremoni peringatan Hari Rempah Nasional (HRN) sekaligus rangkaian Hajat 773, bahkan logo Hajat yang berbentuk angka 773 hingga membentuk angka karakter cengkeh sebagai mahkota city branding Ternate Kota Rempah.
“Hal ini menampakan keterkaitan kegiatan hari ini dan dalam memperingati hari Rempah Nasional dan Hajat 773, dan semakin menguatkan city branding Ternate Kota Rempah,” tandasnya.
Ia tambahkan, identitas city branding Ternate sebagai Kota Rempah diharapkan dapat tersosialisasikan ke publik melalui kegiatan menanam serentak 773 pohon pala dan cengkeh.
“Dan yang terpenting kekuatan rempah sebagai cerita masa lalu, bisa memberi nilai ekonomis bagi masyarakat Kota Ternate dimasa mendatang,” tutupnya.*(Abril).







